Tehnik Menyandarkan Kapal di Dermaga Terbuka Yang Terekspos Angin dan Ombak -->

Iklan Semua Halaman

Tehnik Menyandarkan Kapal di Dermaga Terbuka Yang Terekspos Angin dan Ombak

14 Februari 2021


Catatan Capt Zaenal A Hasibuan

Pernahkah kapal anda terjebak saat sandar di dermaga oleh dorongan angin atau ombak, sampai tidak mampu keluar dermaga dan akhirnya lambung kapal anda hancur?


Dibeberapa tempat di Indonesia banyak dermaga dibuat tanpa breakwater, yang selalu terekspos ombak dan angin. Sehingga kapal yang sedang sandar menjadi lebih berbahaya ketimbang kapal yang ada di laut atau yang berlabuh.

Banyak pihak yang kurang memahami ada beragam tehnik menyandarkan dan mengeluarkan kapal dari dermaga. Umumnya kapal sandar dengan bantuan harbor tug dan terikat dengan tali-tali didermaga pada posisi alongside. Jarang terlihat kapal sandar menggunakan tehnik Baltic moor, Mediterranean moor, atau gabungan alongside dengan mooring buoy.

Dari sistem yang disebut diatas penerapan sistem Baltic moor adalah yang paling mudah dan praktis dilakukan untuk menghindari terjebaknya kapal didermaga saat angin dari laut menghantam lambung kapal.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh kapal untuk mempersiapkan Baltic moor sebelum sandar di dermaga, tidak ada penambahan alat yang dibutuhkan untuk itu.

1. Siapkan wire atau tros dari belakang kapal di sisi yang sama dengan jangkar yang akan dilego.

2. Sambung wire atau tros tersebut ke ring jangkar, dengan cara menurunkan sedikit jangkar dilanjutkan dengan orang turun menggunakan bosun chair atau Peranca. Wire atau tros dari belakang kapal selanjutnya di sambung dengan segel ke ring jangkar .

3. Saat kapal melintang di posisi tempat sandar yang direncanakan, lego jangkar tersebut beserta wire atau tros yang telah tersambung.

4. Kapal sandar dengan prosedur penggunaan mesin dan kemudi seperti biasa, hanya perlu memainkan rantai jangkar untuk menahan haluan kapal atau sebaliknya menahan wire atau tros belakang untuk menahan buritan tidak menghantam dermaga.

5. Setelah sandar sempurna, maka rantai jangkar dan kekencangan wire atau tros belakang disesuaikan kebutuhan kapal. Penggunaan tros atau tali spring dilakukan seperti biasa.

6. Tehnik unmooring hanya tinggal menghibob rantai jangkar dengan bantuan mesin seperti biasa, atau jika ingin buritan keluar lebih dahulu maka wire atau tros belakang yang di hibob sesuai kebutuhan.

7. Tehnik ini akan selalu membantu kapal untuk bisa keluar dermaga walaupun mesin kapal tidak kuat melawan dorongan ombak dan angin.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa digunakan untuk mengurangi kecelakaan kapal dan kerusakan dermaga yang semestinya tidak perlu terjadi "Jayalah Pelaut Indonesia".