Menlu Retno Tekankan Pentingnya Stabilitas Maritim di Indo-Pasifik -->

Iklan Semua Halaman

Menlu Retno Tekankan Pentingnya Stabilitas Maritim di Indo-Pasifik

Ananta Gultom
03 Agustus 2023

 


"Bali, Indonesia - "Berbagai kepentingan kekuatan besar sering bertabrakan di wilayah maritim Indo-Pasifik. Gagal mengelola tantangan-tantangan ini dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di wilayah ini," kata Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi dalam pidato kuncinya pada pembukaan pertemuan 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali (02/08).


"Kita harus menghindari wilayah kita menjadi episentrum konflik. Wilayah maritim memainkan peran kunci dalam menciptakan wilayah ini sebagai Episentrum Pertumbuhan," kata Menteri Luar Negeri Retno.


FM Retno juga menyampaikan pentingnya visi bersama untuk memandu wilayah maritim Indo-Pasifik.


Pertama, untuk memastikan bahwa laut adalah "laut perdamaian," melalui implementasi konsisten hukum internasional dan memastikan bahwa tidak ada tindakan yang mengancam keamanan pihak lain.


Kedua, menciptakan "laut kerjasama" sebagai katalis dalam membangun kepercayaan dan perdamaian yang langgeng. Dalam hal ini, ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) memainkan peran sentral dalam mempromosikan kerjasama di bidang maritim, termasuk sektor ekonomi biru, keamanan maritim, dan mendukung kemakmuran masyarakat pesisir.


FM Retno mendorong EAMF untuk menjadi forum pengembangan dan penguatan sinergi kebijakan terkait kerjasama dan tata kelola maritim di Indo-Pasifik.


"Semua pemangku kepentingan harus berpartisipasi dalam mencapai tujuan ini," kata FM Retno.


Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Sidharto Suryodipuro menekankan pentingnya membangun kepercayaan, serta peran aktif dan sentralitas ASEAN dalam membentuk kebijakan dan tata kelola maritim di wilayah tersebut.


"ASEAN juga baru saja meluncurkan edisi pertama ASEAN Maritime Outlook (AMO) yang merangkum kemajuan dan arah kerjasama maritim ASEAN dalam satu dokumen komprehensif," ujar Direktur Jenderal tersebut.


EAMF dihadiri oleh perwakilan pejabat senior dari semua negara ASEAN, serta delapan negara mitra: Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Tiongkok, dan Selandia Baru. Beberapa panelis juga hadir untuk menyajikan inisiatif kerjasama maritim yang mencakup aspek perdamaian, stabilitas, dan ekonomi biru. EAMF diselenggarakan sebagai bagian dari serangkaian kegiatan Pertemuan Pejabat Senior ASEAN (SOM) yang diadakan di Bali dari 31 Juli hingga 5 Agustus 2023."


Sumber: Kemlu.go.id

Ringkasan:

  • Forum Maritim ASEAN yang Diperluas ke-11 (EAMF) diadakan di Bali, Indonesia.
  • Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menekankan perlunya mengelola kepentingan bersaing kekuatan besar di wilayah maritim Indo-Pasifik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
  • Beliau meminta wilayah tersebut menjadi "laut perdamaian" dengan menerapkan hukum internasional dan memastikan tindakan tidak mengancam keamanan pihak lain.
  • ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) memainkan peran sentral dalam mempromosikan kerjasama di bidang maritim, termasuk sektor ekonomi biru dan keamanan maritim.
  • EAMF menjadi forum pengembangan dan penguatan sinergi kebijakan terkait kerjasama maritim di Indo-Pasifik, dengan partisipasi negara-negara ASEAN dan delapan negara mitra.