Inggris dan Indonesia Sepakati Kesepakatan Maritim £4 Miliar, Amankan 1.000 Lapangan Kerja Inggris dan Perkuat Keamanan Indo-Pasifik -->

Iklan Semua Halaman

Inggris dan Indonesia Sepakati Kesepakatan Maritim £4 Miliar, Amankan 1.000 Lapangan Kerja Inggris dan Perkuat Keamanan Indo-Pasifik

Ananta Gultom
23 November 2025

 


London, 21 November 2025 – Pemerintah Inggris dan Indonesia menandatangani kesepakatan maritim senilai £4 miliar dalam sebuah Maritime Partnership Programme (MPP) yang dipimpin oleh perusahaan pertahanan Inggris, Babcock. Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat kerja sama strategis kedua negara, tetapi juga menjamin sekitar 1.000 pekerjaan di Inggris, khususnya di galangan kapal Rosyth, Bristol, dan Devonport.


Apa yang Disepakati

  1. Pembangunan Kapal: Inggris dan Indonesia akan bersama-sama mengembangkan kapabilitas maritim Indonesia — termasuk kapal militer dan lebih dari 1.000 kapal untuk armada perikanan.
  2. Produksi: Kapal-kapal ini akan dibangun di Indonesia, namun dengan keahlian desain dan teknik kapal Inggris, menjaga agar rantai nilai tetap terhubung ke industri domestik Inggris.
  3. Tenaga Kerja Inggris: Sekitar 1.000 pekerjaan akan diamankan di Inggris, terutama di galangan kapal milik Babcock di Rosyth, Bristol, dan Devonport.


Dampak untuk Indonesia

  • Pemberdayaan Industri Lokal: Program ini akan mendorong investasi besar pada industri galangan kapal lokal, memperkuat komunitas pesisir, dan menciptakan peluang ekonomi bagi nelayan serta masyarakat pesisir.
  • Keamanan Maritim & Kapal Militer: Selain kapal perikanan, MPP juga mencakup pembangunan kapal militer untuk memperkuat kemampuan pertahanan laut Indonesia.
  • Keamanan Pangan: Dengan memperbesar armada kapal perikanan, kesepakatan ini dimaksudkan untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia, salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
  • Transfer Teknologi: Melalui kerja sama ini, Indonesia akan mendapatkan transfer teknologi, riset bersama, dan pelatihan dalam rekayasa presisi, desain kapal digital, sistem marin terintegrasi, serta kecerdasan buatan (AI).


Dimensi Strategis

  • Kesepakatan ini sejalan dengan komitmen kedua negara terhadap stabilitas Indo-Pasifik, menjaga kebebasan navigasi serta tata aturan berbasis hukum internasional (rules-based international order).
  • MPP juga mendorong interoperabilitas antar angkatan laut Inggris dan Indonesia, meningkatkan pelatihan bersama serta integrasi teknologi kapal modern.
  • Program ini didukung oleh Blue Planet Fund milik Inggris, yang akan memastikan kapal-kapal masa depan dioperasikan secara berkelanjutan — dengan fokus pada pengelolaan stok ikan, konservasi laut, dan ketahanan pesisir masyarakat lokal.


Pernyataan Tokoh

  • PM Keir Starmer menyatakan bahwa kesepakatan ini adalah bukti nyata dari kemitraan internasional yang membawa manfaat langsung bagi warga Inggris dalam bentuk pekerjaan dan pertumbuhan.
  • David Lockwood, CEO Babcock, menyebut MPP sebagai “investasi besar sekaligus komitmen,” yang tidak hanya memperluas jangkauan ekonomi kedua negara, tetapi juga merangsang rantai pasok UK dan peluang UK-SME (Usaha Kecil-Menengah).
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa programme ini menandai fase baru hubungan bilateral UK–Indonesia, dengan potensi besar untuk memperkuat industri pertahanan dan memberi manfaat ekonomi kualitas tinggi bagi komunitas pesisir.


Kesimpulan

Kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia ini merupakan tonggak penting dalam sejarah kerja sama kedua negara. 


Selain menjamin ribuan pekerjaan di Inggris, inisiatif ini memperkuat keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus mendorong pertumbuhan industri galangan kapal lokal, teknologi, dan ketahanan pangan di Indonesia. 


Di tengah dinamika geopolitik global, program ini memperlihatkan bahwa kolaborasi ekonomi dan pertahanan bisa berjalan seiring — menguntungkan kedua pihak dan mencerminkan ambisi strategis yang lebih besar.