Rusia Gagal Rebut Kursi di Dewan IMO, Tekanan Diplomatik Global Menguat -->

Iklan Semua Halaman

Rusia Gagal Rebut Kursi di Dewan IMO, Tekanan Diplomatik Global Menguat

Ananta Gultom
28 November 2025


Rusia dipastikan gagal merebut kembali kursi di Dewan Pengurus International Maritime Organization (IMO) untuk masa jabatan 2025–2027 setelah tidak memperoleh suara yang memadai dalam pemilihan yang digelar di London. 


Dari 48 negara yang mencalonkan diri, Rusia menjadi satu-satunya kandidat dalam kategori negara dengan kepentingan besar di sektor pelayaran internasional yang tidak lolos. Kegagalan ini menjadi pukulan diplomatik bagi Moskow, mengingat posisi di Dewan IMO merupakan salah satu titik pengaruh utama dalam pembentukan regulasi keselamatan, keamanan, dan lingkungan maritim dunia.


Menurut laporan resmi, sejumlah negara anggota menilai rekam jejak Rusia dalam beberapa tahun terakhir—khususnya sejak invasi ke Ukraina—mempengaruhi stabilitas dan keselamatan pelayaran internasional. 


Ukraina, meski tidak mencalonkan diri, melakukan kampanye aktif untuk menolak pencalonan Rusia dengan menuding Moskow telah merusak tatanan maritim global melalui penggunaan “shadow fleet” dan aktivitas yang berpotensi membahayakan jalur perdagangan internasional. Sentimen tersebut dinilai cukup mempengaruhi negara-negara anggota dalam memberikan suara.


Dalam dokumen resmi yang diedarkan sebelum pemungutan suara, Rusia menegaskan bahwa pihaknya “tetap aktif dan terbuka” dalam berkontribusi pada seluruh pekerjaan IMO serta menuduh adanya upaya politisasi dalam proses pemilihan. 


Namun klaim tersebut tidak mampu mengubah persepsi sebagian besar anggota yang menilai bahwa situasi geopolitik dan perilaku maritim Rusia telah menimbulkan risiko regulatif maupun operasional, sehingga menurunkan kelayakan Moskow untuk kembali duduk di Dewan.


Absennya Rusia dari Dewan IMO diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap dinamika pengambilan keputusan global di sektor pelayaran, terutama terkait aturan emisi, standar keselamatan, dan kebijakan navigasi internasional. 


Meski tidak memengaruhi keanggotaan penuh Rusia di IMO, hilangnya kursi Dewan menandai semakin terbatasnya ruang diplomasi maritim Rusia di forum global. Industri pelayaran kini menantikan bagaimana kekosongan peran Rusia di lingkaran pengambil keputusan IMO akan mempengaruhi arah kebijakan maritim internasional dalam beberapa tahun ke depan.