Insiden KM Dharma Kartika IX di Balikpapan: Kapal Miring, Tiga Penumpang Tewas

Iklan Semua Halaman

Insiden KM Dharma Kartika IX di Balikpapan: Kapal Miring, Tiga Penumpang Tewas

Ananta Gultom
28 Januari 2026

 


Balikpapan, 27 Januari 2026 – Sebuah insiden serius terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, ketika Kapal Motor KM Dharma Kartika IX mendadak mengalami kemiringan saat sandar pada Selasa pagi. Peristiwa ini menyebabkan muatan kendaraan di dek kapal bergeser, menimpa sejumlah penumpang dan menewaskan tiga orang serta melukai beberapa lainnya.


Kronologi Kejadian

Kapal feri milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) itu baru saja tiba dari rute Parepare–Balikpapan. Sekitar pukul 05.25 Wita saat proses pembukaan ramp door untuk bongkar muat kendaraan, kapal tiba-tiba miring ke kanan. Akibat kemiringan itu, truk-truk di dek kendaraan bergeser dan menimpa kendaraan lain serta menimbun beberapa penumpang yang tengah berada di area dek.




Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI AL, dan aparat terkait, langsung bergerak mengevakuasi korban sejak pagi hari. Operasi evakuasi berlangsung sulit karena posisi kendaraan bertumpuk dan muatan yang berat.

Hingga sore, proses pencarian dan evakuasi mengungkapkan:

  • 3 orang dinyatakan meninggal dunia, ditemukan terjepit di area dek kendaraan.
  • Beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat.

Identitas lengkap korban yang meninggal masih dalam proses pendataan resmi oleh pihak berwenang.


Usai insiden, Marine Inspector dan otoritas pelabuhan meninjau kelaiklautan KM Dharma Kartika IX untuk mengetahui penyebab kemiringan dan potensi kelalaian prosedur operasional.


Sementara itu, Jasa Raharja mengonfirmasi kesiapan pemberian santunan kepada keluarga korban sesuai regulasi:

  • Santunan Rp50 juta bagi ahli waris korban meninggal.
  • Biaya pengobatan ditanggung hingga batas maksimal sesuai aturan.

Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus membuka kembali perhatian publik terhadap prosedur keselamatan penumpang dan muatan pada pelayanan feri di perairan Indonesia. 


Investigasi lanjutan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.