Hormuz, Arus pelayaran komersial di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pascakonflik, meskipun aktivitas masih berada di bawah level normal akibat ketidakpastian keamanan dan kebijakan baru dari Iran.
Dilansir dari beberapa sumber terpercaya dimana data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG, tanker minyak, dan kapal kargo kembali melintasi selat tersebut, sebagian besar melalui jalur utara yang berada di perairan Iran. Namun, lebih dari 80% tanker yang berada di kawasan Teluk masih memilih berlabuh atau menunggu di area aman.
Berdasarkan kesepakatan terbaru, Iran berkomitmen menjamin keselamatan pelayaran komersial selama 60 hari ke depan dan mulai memberlakukan kewajiban izin lintas bagi seluruh kapal yang melewati Selat Hormuz melalui otoritas maritimnya, PGSA.
Meski demikian, sejumlah pemilik kapal masih berhati-hati. Selain adanya sanksi Amerika Serikat terhadap PGSA, pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat Iran mengenai status keterbukaan selat turut menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku pelayaran.
Kekhawatiran juga dipicu oleh keberadaan ranjau laut di jalur pelayaran internasional. Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) memperingatkan kapal untuk menghindari jalur tengah selat dan menggunakan koridor selatan yang lebih dekat ke pantai Oman, yang telah dinyatakan aman dari ranjau.
Walaupun beberapa tanker telah kembali melintas melalui jalur selatan, volume pelayaran masih terbatas. Industri pelayaran global kini menunggu stabilitas keamanan yang lebih jelas sebelum aktivitas di salah satu jalur energi terpenting dunia tersebut kembali normal sepenuhnya.

Komentar
