JAKARTA — Kinerja kapal berbendera Indonesia di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan perbaikan.
Data Tokyo MOU mencatat tingkat detensi kapal Indonesia turun menjadi 2,06% pada 2025, dari 2,47% pada periode sebelumnya. Jumlah kapal Indonesia yang mengalami detensi juga turun dari 13 kapal pada 2023 menjadi hanya 5 kapal pada 2025.
Namun masih ada pekerjaan rumah.
Fire safety menjadi salah satu temuan utama dalam pemeriksaan Port State Control (PSC). Secara regional, Tokyo MOU mencatat 18.020 deficiency terkait fire safety sepanjang 2025, menjadikannya kategori deficiency terbesar.
Selain fire safety, life-saving appliances, navigasi dan penerapan ISM Code juga masih menjadi perhatian.
Pesan untuk operator kapal
Kinerja membaik adalah kabar bagus. Tetapi jangan sampai terlena.
Peralatan pemadam, fire detection, fire doors, fire pumps, emergency equipment dan kesiapan crew harus benar-benar siap—bukan hanya saat PSC datang.
Target berikutnya: bukan sekadar bebas detensi, tetapi kapal yang benar-benar aman.
eMaritim.com | Maritime Safety




Tidak ada komentar:
Komentar yang bijaksana dan bertanggung jawab sesuai dengan yang diatur dalam UU ITE.
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komentator.