Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, Hanya 5 Kapal Melintas Setelah Serangan Tanker

Iklan Semua Halaman

Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, Hanya 5 Kapal Melintas Setelah Serangan Tanker

Ananta Gultom
18 Agustus 2026

 



eMaritim.com Lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok drastis setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat.

Data pelacakan Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya 5 kapal komoditas yang terdeteksi melintas pada Sabtu. Pada Minggu, bahkan tidak ada kapal yang tercatat melintas.

Padahal, pada akhir pekan sebelumnya masih ada sekitar 31 kapal yang melewati jalur strategis tersebut.


🚢 Kenapa Hormuz penting?

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling penting di dunia. Sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG global melewati kawasan ini.


Jika kapal tanker memilih berhenti atau menghindari Hormuz, dampaknya bisa merembet ke:

  • ⛽ Harga minyak

  • 🚢 Tarif angkutan kapal

  • 🛡️ Biaya asuransi perang

  • 📦 Rantai pasok global

  • 👨‍✈️ Keselamatan pelaut


Kondisi ini juga membuat operator kapal harus mempertimbangkan menunda pelayaran, mengubah rute, atau menunggu di luar kawasan berisiko.


⚠️ Shipping dunia kembali waspada

Penurunan lalu lintas Hormuz menunjukkan bahwa risiko keamanan kini menjadi pertimbangan utama bagi operator kapal.

Jika gangguan berlangsung lama, harga energi dan biaya pelayaran berpotensi terus meningkat.

Satu selat terganggu, efeknya bisa terasa di seluruh dunia.


Sumber: Reuters/Kpler, 16–17 Agustus 2026.