eMaritim.com — Lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok drastis setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat.
Data pelacakan Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya 5 kapal komoditas yang terdeteksi melintas pada Sabtu. Pada Minggu, bahkan tidak ada kapal yang tercatat melintas.
Padahal, pada akhir pekan sebelumnya masih ada sekitar 31 kapal yang melewati jalur strategis tersebut.
🚢 Kenapa Hormuz penting?
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling penting di dunia. Sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG global melewati kawasan ini.
Jika kapal tanker memilih berhenti atau menghindari Hormuz, dampaknya bisa merembet ke:
⛽ Harga minyak
🚢 Tarif angkutan kapal
🛡️ Biaya asuransi perang
📦 Rantai pasok global
👨✈️ Keselamatan pelaut
Kondisi ini juga membuat operator kapal harus mempertimbangkan menunda pelayaran, mengubah rute, atau menunggu di luar kawasan berisiko.
⚠️ Shipping dunia kembali waspada
Penurunan lalu lintas Hormuz menunjukkan bahwa risiko keamanan kini menjadi pertimbangan utama bagi operator kapal.
Jika gangguan berlangsung lama, harga energi dan biaya pelayaran berpotensi terus meningkat.
Satu selat terganggu, efeknya bisa terasa di seluruh dunia.
Sumber: Reuters/Kpler, 16–17 Agustus 2026.




Tidak ada komentar:
Komentar yang bijaksana dan bertanggung jawab sesuai dengan yang diatur dalam UU ITE.
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komentator.