KMP Virgo Transport 8 Akhirnya Tenggelam di Laut Jawa, 115 Korban Ditemukan dan 128 Masih Dalam Pencarian

Iklan Semua Halaman

KMP Virgo Transport 8 Akhirnya Tenggelam di Laut Jawa, 115 Korban Ditemukan dan 128 Masih Dalam Pencarian

Ananta Gultom
14 September 2026

 


eMaritim.com | Banjarmasin — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, terus dilakukan hingga Senin (14/9/2026).


Memasuki hari kedua operasi SAR, jumlah korban yang telah ditemukan terus bertambah. Berdasarkan perkembangan terbaru Basarnas hingga Senin pukul 15.30 WITA, sebanyak 115 orang telah ditemukan, terdiri dari 109 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 128 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat berada di atas kapal.


Salah satu perkembangan terbaru terjadi pada Senin siang ketika helikopter Basarnas HR 36012 Dauphin berhasil mengevakuasi seorang korban selamat yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Korban tersebut diketahui bernama Mia Melinda (28), asal Kendal, Jawa Tengah. Ia kemudian dibawa ke Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, untuk mendapatkan penanganan medis.


Berangkat dari Surabaya Menuju Banjarmasin

KMP Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) dan kemudian mengalami kondisi darurat di wilayah perairan Laut Jawa.


Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal, serta mengangkut 89 unit kendaraan. Kapal mengalami kondisi listing dan kemudian kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) dini hari.


Laporan mengenai hilangnya kontak diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA. Tim SAR kemudian mengerahkan unsur laut dan udara menuju lokasi perkiraan terakhir kapal.


Kapal Miring Cepat Sebelum Tenggelam

Kesaksian salah seorang penumpang yang selamat memberikan gambaran mengenai detik-detik sebelum kapal mengalami kecelakaan.


Penumpang bernama Ahmad Saudi mengatakan kapal tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 WITA. Menurut kesaksiannya, tidak terdengar alarm maupun pemberitahuan sebelumnya kepada penumpang.


Kesaksian lainnya menyebut sebagian penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut dan menggunakan benda-benda yang dapat mengapung.


Salah seorang korban selamat, Riyanda, mengaku bertahan hidup dengan berpegangan pada selembar tripleks setelah terjun ke laut. Ia kemudian berhasil mencapai sekoci yang berhamburan dan akhirnya mendapat pertolongan kapal yang melintas.


Kapal-Kapal di Sekitar Lokasi Turut Membantu

Operasi penyelamatan tidak hanya dilakukan oleh unsur Basarnas. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian turut memberikan pertolongan kepada para korban.


Salah satunya adalah kapal tanker MT Mauhau milik Pertamina Patra Niaga. Kapal tersebut menerima informasi mengenai kecelakaan melalui radio VHF ketika sedang berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban.


Awak MT Mauhau kemudian menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi 16 orang dari KMP Virgo Transport 8. Para korban kemudian dibawa menuju Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Selain kapal-kapal sipil, unsur TNI juga mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan. Unsur yang dikerahkan antara lain KRI Nala, KRI Canopus, KAL Kumai serta pesawat CN-235 dan helikopter.


Operasi SAR Diperluas

Basarnas terus memperluas dan mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.


Pada perkembangan Senin siang, operasi melibatkan ratusan personel serta sejumlah kapal, pesawat dan helikopter. Area pencarian dibagi menjadi beberapa sektor untuk meningkatkan efektivitas penyisiran permukaan laut dan udara.


Hingga Senin sore, sebanyak 115 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 109 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan jumlah manifes 243 orang, masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan.


Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Penyebab pasti kecelakaan KMP Virgo Transport 8 hingga kini masih dalam proses investigasi.


Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin menyatakan bahwa kemungkinan faktor cuaca, teknis maupun faktor manusia masih harus diteliti dan dikonfirmasi lebih lanjut.


Karena itu, berbagai informasi mengenai dugaan penyebab kecelakaan masih perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses investigasi dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab resmi.


Tim SAR gabungan saat ini masih berfokus pada satu tujuan utama: menemukan dan menyelamatkan sebanyak mungkin korban yang masih berada dalam pencarian.


Operasi pencarian dan pertolongan diperkirakan terus berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.


eMaritim.com akan terus memperbarui perkembangan operasi SAR KMP Virgo Transport 8 berdasarkan informasi resmi dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, serta instansi terkait.