Sabuk Nusantara 43, Kapal Andalan Masyarakat NTT

Iklan Semua Halaman

Sabuk Nusantara 43, Kapal Andalan Masyarakat NTT

29 September 2026
KM Sabuk Nusantara 43


Kapal laut adalah kendaraan transportasi massal sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di kepulauan, terutama di bagian timur Indonesia. Untuk penduduk di Nusa Tenggara Timur, bepergian antar pulau pilihan utamanya sudah pasti kapal laut karena harga dan jangkauan kapal yang bisa mengunjungi ke pulau pulau kecil yang tidak memiliki bandara. 


Kapal Sabuk Nusantara 43 yang melayani rute Waingapu - Larantuka, dan singgah di Salura, Batutua, Kupang, Sabu, Raijua, Wulandoni sebelum sampai di Larantuka dalam hitungan rata- rata setahun bisa membantu menyeberangkan penduduk NTT sebanyak 25.000 - 30.000 dengan tarif yang super murah. Jika bepergian dari Waingapu ke Larantuka lewat Maumere menggunakan pesawat, harga tiket berkisar Rp.2.300.000 sementara menumpang kapal bantuan pemerintah ini tarifnya hanya Rp.70.000 dengan ruangan ber AC dan tempat tidur untuk tiap orangnya. Hanya saja kapal memang harus singgah di beberapa pelabuhan sehingga waktu tempuh terjauh bisa memakan waktu 4 hari dimana setiap singgah kapal sandar 12 - 14 jam untuk melayani kepentingan masyarakat.


Saat mengunjungi kapal tersebut, dimana penulis sudah 3 tahun membantu pekerjaan dockingnya, Nakhoda Capt Muhammad Ali, Chief Officer Mochammad Ghofur dan KKM Nanang Mijiyanto turut menemani dan bercerita banyak hal. Termasuk terbatasnya waktu pelayanan kepada masyarakat yang hanya 10 bulan dalam setahun karena sisanya digunakan untuk persiapan dan pekerjaan docking di galangan



Melayani Dengan Hati.

Kapal dengan kapasitas 400 penumpang ini, dalam beberapa trip kadang membawa jenazah dalam peti mayat yang dilayarkan ke pulau tujuan, untuk hal seperti ini kapal tidak menetapkan tarif alias seikhlasnya. Sementara ruang palka yang ada biasanya dimuat hasil bumi masyarakat dan kebutuhan sembako antar pulau.



Untuk trip terdekat antara Sabu ke Raijua, tarif yang dikenakan adalah Rp.11.000, dan dipotong Rp.2.000 untuk asuransi penumpang sesuai jumlah manifest. Untuk pelayaran 3 jam, harga itu tentu sangat terjangkau apalagi tetap mendapat fasilitas yang sama dengan penumpang rute terjauh.



Tentu kapal ini jauh dari kata mewah, karena kebutuhan masyarakat penggunanya adalah soal keberadaan kapal, rute dan keselamatan penumpang. Life Jacket yang tersedia disemua kabin penumpang selalu dalam keadaan siap pakai, dan sebelum pelayaran perwira kapal selalu memberikan safety briefing kepada penumpang.



Kedepannya, Nakhoda dan perwira KM Sabuk Nusantara berharap agar durasi docking dapat dipercepat agar mereka bisa lebih lama melayani masyarakat, karena selama kapal ini docking masyarakat dilayani menggunakan kapal kargo.