Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki tahap baru. Setelah operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung selama berhari-hari, perhatian kini tertuju pada bangkai kapal yang masih berada di dasar laut dan diduga masih menyimpan korban.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas menyatakan proses pengangkatan atau salvage bangkai kapal tersebut tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR pada Kamis, 24 September 2026, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut proses pengangkatan kapal paling cepat membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Bangkai Kapal Masih Menjadi Titik Penting Pencarian
Keputusan untuk mempercepat proses salvage menjadi penting karena masih terdapat korban yang diyakini berada di dalam bangkai kapal.
Basarnas mengatakan proses pengangkatan kapal besar membutuhkan sejumlah tahapan dan persiapan teknis. Salah satunya adalah penanganan bahan bakar dan minyak yang masih berada di dalam kapal untuk mencegah terjadinya pencemaran laut.
Karena itu, proses salvage tidak sekadar mengangkat kapal dari dasar laut. Dibutuhkan perencanaan, peralatan khusus, tenaga ahli dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Pencarian Korban Tetap Dilanjutkan
Meskipun proses pengangkatan bangkai kapal diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan, Basarnas memastikan operasi pencarian korban tetap berjalan selama kondisi memungkinkan.
Tim penyelam dengan kemampuan khusus dikerahkan untuk memasuki bagian kapal yang berada di bawah air.
Kondisi di sekitar bangkai kapal menjadi salah satu tantangan terbesar. Arus, jarak pandang dan struktur kapal yang terbalik membuat operasi penyelaman membutuhkan kemampuan khusus dan dukungan teknologi.
Basarnas bahkan mendatangkan personel penyelam dari sejumlah daerah, termasuk Makassar, Kendari dan Batam.
52 Jenazah Telah Ditemukan
Hingga perkembangan terbaru pada 25 September 2026, sebanyak 52 jenazah telah ditemukan dalam operasi pencarian.
Sementara itu, 108 orang berhasil diselamatkan dan 83 orang masih dalam pencarian.
Seluruh angka tersebut berasal dari manifest dan data operasi SAR terhadap total 243 orang yang berada di atas KM Virgo Transport 8 ketika kapal mengalami kecelakaan.
Berawal dari Cuaca Buruk
KM Virgo Transport 8 sedang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika kapal mengalami masalah di tengah kondisi laut yang buruk pada 13 September 2026.
Kapal kemudian terbalik dan tenggelam di kawasan perairan Masalembo, Laut Jawa.
Laporan mengenai kondisi laut menunjukkan kapal menghadapi gelombang yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi tim SAR yang melakukan pencarian di sekitar lokasi kecelakaan.
Salvage Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan
Dalam dunia pelayaran, salvage terhadap kapal besar merupakan pekerjaan yang kompleks.
Sebelum kapal dapat diangkat, kondisi bangkai harus diperiksa secara menyeluruh. Posisi kapal di dasar laut, kedalaman, kondisi lambung, stabilitas kapal, isi tangki dan potensi pencemaran harus diperhitungkan.
Selain itu, operasi pengangkatan juga harus memastikan keselamatan para penyelam dan personel yang terlibat.
Karena itu, waktu tiga bulan yang disebut Basarnas merupakan estimasi paling cepat, bukan berarti bangkai kapal pasti sudah berhasil diangkat dalam waktu tersebut.
Risiko Pencemaran Juga Harus Diperhatikan
Salah satu perhatian utama dalam proses salvage adalah bahan bakar dan minyak yang masih berada di dalam kapal.
Jika bahan bakar atau minyak bocor ke laut, kecelakaan kapal dapat berkembang menjadi persoalan lingkungan.
Karena itu, pengurasan bahan bakar dan minyak menjadi bagian penting sebelum proses pengangkatan dilakukan.
Dalam operasi kapal besar, keselamatan manusia dan perlindungan lingkungan laut harus berjalan bersamaan.
Tantangan Penyelaman
Operasi penyelaman di dalam bangkai kapal yang terbalik merupakan salah satu pekerjaan paling berisiko.
Ruang yang sempit, kondisi gelap, kemungkinan adanya bagian kapal yang rusak dan risiko terjebak membuat penyelam membutuhkan kompetensi khusus.
Basarnas menyebut sebagian penyelam menggunakan konfigurasi tabung ganda untuk mendukung operasi dalam kondisi yang membutuhkan kemampuan khusus.
Teknologi juga digunakan untuk membantu tim memperoleh gambaran kondisi bangkai kapal sebelum penyelam melakukan penetrasi lebih jauh.
Harapan Keluarga Belum Berakhir
Bagi keluarga korban yang masih hilang, keberadaan bangkai kapal di dasar laut menjadi harapan sekaligus sumber kecemasan.
Setiap operasi penyelaman membawa harapan bahwa korban yang masih berada di dalam kapal dapat ditemukan dan dipulangkan kepada keluarga.
Karena itu, Basarnas menyatakan operasi pencarian akan terus dilakukan selama kondisi memungkinkan untuk menemukan dan mengevakuasi korban.
Tragedi yang Menjadi Pelajaran Pelayaran
Tragedi Virgo Transport 8 kembali menunjukkan bahwa keselamatan pelayaran tidak berhenti pada saat kapal meninggalkan pelabuhan.
Manajemen keselamatan, kondisi kapal, kesiapan awak, informasi cuaca, stabilitas kapal, prosedur keadaan darurat dan kemampuan evakuasi semuanya memiliki peran penting dalam menghadapi situasi darurat di laut.
Bagi dunia pelayaran Indonesia, tragedi ini juga menjadi pengingat bahwa operasi kapal penumpang membutuhkan standar keselamatan yang konsisten dari pelabuhan keberangkatan hingga kapal mencapai tujuan.
Pencarian Masih Berlanjut
Untuk saat ini, operasi SAR masih menjadi prioritas.
Pengangkatan bangkai kapal membutuhkan waktu dan persiapan khusus. Namun bagi keluarga korban, setiap hari tetap berarti.
Di tengah proses salvage yang panjang, tim SAR terus bekerja mencari mereka yang masih belum ditemukan.
KM Virgo Transport 8 kini bukan hanya menjadi lokasi operasi penyelamatan, tetapi juga menjadi ujian besar bagi kemampuan pencarian, penyelaman dan salvage maritim Indonesia.
Harapan keluarga masih tertuju pada satu hal: semoga seluruh korban yang masih berada di laut dapat ditemukan dan dipulangkan.
eMaritim.com
Maritime Experts Speak




Tidak ada komentar:
Komentar yang bijaksana dan bertanggung jawab sesuai dengan yang diatur dalam UU ITE.
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komentator.