Bahlil Lahadalia Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal Pengangkut BBM, Distribusi Laut Jadi Sorotan

Iklan Semua Halaman

Bahlil Lahadalia Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal Pengangkut BBM, Distribusi Laut Jadi Sorotan

Ananta Gultom
16 Oktober 2026


๐ŸŽง Voice News eMaritim.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan PT Pertamina (Persero) segera menggandakan armada kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Instruksi yang disampaikan pada Jumat, 16 Oktober 2026, itu ditujukan untuk mempercepat distribusi BBM ke Jawa Timur dan Bali, menyusul kendala penyaluran energi di sejumlah daerah.


Bahlil menyampaikan instruksi tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Menurutnya, ketersediaan kapal pengangkut merupakan salah satu faktor penting dalam kelancaran distribusi BBM. Penambahan armada diharapkan dapat mempercepat pengiriman dan mengantisipasi gangguan pasokan yang berpotensi menghambat pemenuhan kebutuhan masyarakat.


Di lingkungan Pertamina, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, sebelumnya disebut telah berada di Bali untuk menangani persoalan distribusi BBM. Penanganan operasional di lapangan menjadi tanggung jawab Pertamina sebagai badan usaha, sementara Kementerian ESDM menjalankan fungsi regulator sektor energi.


Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa pasokan BBM ke Bali diperkuat hingga 57,9 juta liter. Upaya lain meliputi penambahan jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU, penguatan personel, serta penambahan armada mobil tangki untuk mempercepat pemulihan layanan.


Persoalan distribusi ini juga menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia. Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghoffar, menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami informasi mengenai gangguan layanan BBM. Berdasarkan 25 informasi awal yang diterima hingga 13 Oktober 2026, indikasi gangguan dilaporkan terjadi di 11 provinsi, termasuk Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Jawa Barat.


Bagi industri maritim, instruksi penambahan kapal ini menegaskan peran strategis transportasi laut dalam menjaga ketahanan energi nasional. Distribusi BBM antarpulau memerlukan kesiapan armada tanker, jadwal pelayaran yang terkoordinasi, serta dukungan terminal dan fasilitas bongkar muat yang memadai.


Namun, penambahan kapal saja tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan. Kelancaran distribusi juga dipengaruhi kondisi cuaca, kesiapan kapal, kapasitas terminal, armada pengangkut darat, dan pola permintaan di daerah tujuan. Karena itu, efektivitas kebijakan ini akan bergantung pada koordinasi seluruh rantai pasok energi.


Langkah pemerintah dan Pertamina kini menjadi perhatian publik, terutama dalam memastikan pasokan BBM dapat disalurkan tepat waktu ke wilayah yang membutuhkan. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, keandalan armada pengangkut BBM merupakan bagian penting dari sistem logistik dan ketahanan energi nasional.

Sumber berita:

1. RRI — Bahlil Perintahkan Pertamina Tambah Kapal Pengangkut BBM ke Jatim-Bali.

2. Bloomberg Technoz — Pernyataan Bahlil mengenai penanganan antrean BBM di Bali.

Dirangkum dan ditulis ulang oleh redaksi eMaritim.com berdasarkan sumber berita yang tercantum.