๐ง Voice News eMaritim.com
Industri pelayaran global menghadapi ketidakpastian dalam transisi menuju energi rendah karbon. Ketidakjelasan arah regulasi emisi dari Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization, IMO, membuat sebagian pelaku industri menahan keputusan untuk beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Reuters melaporkan pada 16 Oktober 2026 bahwa penjualan biofuel untuk kapal di Singapura, salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia, turun 47 persen selama Januari hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini menjadi sorotan karena biofuel merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pelayaran. Namun, perusahaan pelayaran membutuhkan kepastian mengenai aturan, biaya kepatuhan, serta manfaat ekonomi sebelum melakukan investasi dalam skala besar.
IMO sebelumnya telah menyetujui rancangan Net-Zero Framework pada April 2025. Kerangka ini dirancang untuk menggabungkan standar bahan bakar global dengan mekanisme penetapan harga emisi gas rumah kaca. Akan tetapi, pembahasannya ditunda pada Oktober 2025 dan proses pengambilan keputusan masih berlanjut pada 2026.
Ketidakpastian regulasi juga berhadapan dengan perubahan kondisi pasar energi. Konflik geopolitik telah meningkatkan volatilitas harga bahan bakar konvensional, sehingga pemilik kapal harus menyeimbangkan kebutuhan efisiensi biaya dengan tuntutan pengurangan emisi.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan tetap mengembangkan kapal berbahan bakar ganda dan menjajaki pilihan energi alternatif. Namun, tanpa kerangka regulasi yang jelas dan konsisten, laju investasi bahan bakar rendah karbon berisiko tidak sesuai dengan target dekarbonisasi industri pelayaran.
Bagi pemilik kapal, operator, pemasok bunker, dan perusahaan galangan, perkembangan aturan IMO akan menjadi faktor penting dalam menentukan strategi investasi armada dan pilihan bahan bakar untuk tahun-tahun mendatang
.
Industri kini menantikan kepastian dari proses pembahasan IMO berikutnya. Keputusan tersebut akan berpengaruh terhadap arah investasi, biaya operasional kapal, serta kecepatan transisi menuju pelayaran rendah emisi.
Sumber berita:
2. IMO — Net-zero shipping talks to resume in 2026.
Naskah dirangkum dan ditulis ulang oleh redaksi eMaritim.com berdasarkan sumber yang tercantum.




Tidak ada komentar:
Komentar yang bijaksana dan bertanggung jawab sesuai dengan yang diatur dalam UU ITE.
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komentator.